Home Jokes

Artikel Terbaru

Artikel PurdieGagal Kuliah, Jadilah Entrepreneur
14/07/2011

"Mulailah berwirausaha justru di saat kita tidak punya apa-apa" Purdi E. Chandra  Waktu kuliah dulu saya punya teman yang pandai dan memiliki wawasan dunia bisnis yang lumayan. Ide-ide rencana usaha  [ ... ]


Artikel PurdieEntrepreneur Kreatif
21/09/2011

Kalau, anda berani tampil beda, itu berarti Anda memiliki jiwa entrepreneur. Purdi E. Chandra
  Dunia entrepreneur merupakan dunia tersendiri yang unik. Itu sebabnya, mengapa entrepreneur atau wir [ ... ]


Artikel PurdieBerani Dulu, Baru Trampil
10/05/2011

"Saya bisanya hanya nggodhog wedang atau merebus air, tapi akhirnya saya bisa
juga punya restoran. Itu karena, saya punya keberanian." Purdi E.Chandra
 Saat saya berbicara pada kuliah kewirausahaan [ ... ]


Artikel PurdieBanyak Sumber Penghasilan
21/09/2011


"Sebagai entrepreneur, kita sebaiknya tidak hanya memiliki satu sumber
penghasilan." Purdi E. Chandra
 Bisnis, biasanya dimulai dengan coba-coba, kadang malah asal-asalan. Dimulai dengan modal seadanya [ ... ]


Other Articles
Jokes
Purdi’s Jokes

Salam Untuk Pak Purdie 

Bisnis Rano Karno

Hutang Itu Mulia

Sedekah Ala Otak Kanan

Marketing Ala Otak Kanan

Action 

Sedekah sampai Pingsan

Memulai Usaha Seperti Masuk Kamar Mandi 

Cocok, Langsung Tawar

Optimis vs Pesimis 

Resiko vs Rejeki  

Mulai Bisnis Apa Pak?

Berani Optimis Bisnis Orang Lain (BOBOL)

Hutang Budi dan Hutang Bank 

Menjaga Silaturahmi

Berani Action, Berani Sedekah

9A

Percaya dan Yakin

Allah Itu Seperti Persangkaan hamba-Nya

AA Gym Benar

 

 

 

 

 

Salam Untuk Pak Purdie : 

Suatu ketika saya harus mengisi seminar di luar kota, dan kebetulan pada hari itu staf yang biasanya mengurus tiket saya kebetulan sedang sakit, jadi saya terpaksa ke bandara dan langsung membeli tiket di sana. Pada saat berada di loket tiket, petugas bertanya, nama pembeli tiket, tentu saja saya jawab Purdi E. Chandra. Kemudian petugasnya berkata “Pak, saya salah satu fans pak Purdi E.Chandra, tolong sampaikan salam saya kepada beliau ya pak, saya juga pengen jadi pengusaha sukses seperti beliau”, saya hanya bisa bengong dan bertanya dalam hati, emangnya saya siapa?

 

Bisnis Rano Karno : 

Kalo ada waktu senggang biasanya selalu saya luangkan untuk berolah raga, terutama golf. Suatu saat pada saat bermain golf dan berkenalan dengan beberapa pengusaha di lapangan golf, salah seorang pengusaha bertanya kepada saya, “bisnisnya apa pak?” saya jawab “Bisnis saya di bidang pendidikan”, sejurus kemudian pengusaha tersebut menimpali, “wah bisnis yang bagus sekali pak, di Jakarta ada bisnis pendidikan sangat maju pesat pak, cabangnya juga banyak sekali namanya Primagama, yang punyanya Rano Karno itu lho, bapak pasti tahu kan?” saya hanya bisa menjawab “ya, saya tahu Primagama dan kenal Rano Karno” andai saja pengusaha itu tahu kalo Primagama adalah milik saya dan Rano Karno adalah salah satu bintang yang pernah kita gunakan sebagai bintang iklan di Primagama.

 

Hutang Itu Mulia : 

Pada saat mengisi sebuah seminar, ada pertanyaan dari seorang peserta seminar, “Pak kenapa menurut bapak hutang itu mulia, bukannya kalo hutang kita malah menambah beban pengeluaran tiap bulan” saya jawab dengan ringan “ hutang itu mulia, karena kalo kita berutang apalagi kepada bank, maka tiap bulan kita pasti membayar angsurannya yang dapat digunakan untuk membayar gaji dan bonus pegawai bank. Coba saja kalo tidak ada orang yang ngutang ke bank, terus pegawai bank gajiannya dari mana? Dan berarti juga kita mempunyai sifat sebagai pemberi (membayar angsuran) yang lebih mulia daripada penerima”.

 

 TOP

 

Sedekah Ala Otak Kanan :

Seorang murid saya di Entrepreneur University (EU), penasaran dengan cerita saya tentang sedekah. Suatu ketika murid EU tersebut dalam perjalanan dari Surabaya menuju ke Batam untuk suatu keperluan bisnis. Karena pesawatnya transit di Bandara Soekarno-Hatta, maka murid saya ini sempatkan untuk mampir ke toilet di Bandara. Setelah selesai dari toilet dilihatnya ada petugas cleaning service yang sedang membersihkan toilet. Rupanya murid saya ini ingin mempraktekkan jurus “sedekah ala otak kanan, ga pake mikir langsung action” maka dikeluarkan dompetnya dan diberikannya Rp. 500.000,- kepada cleaning service tersebut.

Dengan setengah kaget dan mengucapkan terima kasih si cleaning service itu berkata, “seumur-umur saya jadi cleaning service belum pernah ada yang ngasi saya segini pak, trimakasih banyak pak”, murid saya juga menjawab, “sama pak, seumur-umur saya juga belum pernah ngasi cleaning service Rp. 500.000,-“.

Beberapa hari kemudian kunjungan bisnisnya di Batam membawa hasil, Murid saya berhasil memperoleh kontrak bisnis senilai Rp. 20 Milyar. Terbukti sedekah juga harus pake otak kanan, tanpa mikir langsung action.

 

Marketing Ala Otak Kanan :

Pada waktu saya mengisi seminar Entrepreneur University, saya sering membahas manfaat penggunaan otak kanan dalam usaha. Otak kanan membuat kita kreatif dan tanpa terlalu banyak memikirkan hal-hal yang rumit. Seorang murid saya di Bali mempraktekkan marketing ala otak kanan. Murid saya ini berbisnis nasi kotak. Rupanya supaya nasi kotaknya laku dan membuat penasaran pelanggangnya, maka dibuatlah bungkus nasi kotak yang bergambar komik dengan cerita bersambung. Tujuannya adalah supaya konsumennya menjadi penasaran dan besoknya beli lagi nasi kotaknya untuk mengetahui cerita bersambungnya. Suatu cara marketing yang luar biasa.

 

Suatu ketika saat bertemu kembali dengannya, saya teringat bisnisnya, dan saya tanyakan bagaimana perkembangan bisnis nasi kotak bergambar komiknya tersebut, lalu dia menjawab, “Sekarang saya kewalahan pak banyak pesanan”, “wah bagus dong berarti usaha nasi kotaknya tambah maju dong” tanya saya. Murid saya menjawab : “bukan nasi kotaknya yang banyak pesanannya pak, tapi kotaknya saja yang laris dibeli orang, soalnya ada cerita bersambungnya, dan sekarang saya lagi sibuk ngarang cerita bersambung”.

 

Action :

Sepasang kekasih sedang dalam kendaraan berduaan. Si cowo sambil nyetir bertanya pada kekasihnya, “dik, boleh abang pegang jarinya dik?”, si cewe diam saja, kemudian si cowo melanjutkan, “dik, boleh abang pegang tangannya dik?”, si cewe diam saja. Seolah mendapatkan persetujuan si cowopun melanjutkan, “dik, boleh abang pegang pahanya dik?”, si cewe tetap diam saja. Seperti mendapat angin segar, si cowo berkata lagi, “dik boleh abang pegang”, tiba-tiba “Plak..plak..plak” si cewe menempeleng cowonya sambil berkata, “Abang kebanyakan omong kapan pegangnya”.

Rupanya kebanyakan omong tidak action, action percuma. Sama seperti bisnis, kalo kebanyakan omong tidak action maka tidak akan menghasilkan apa-apa.

 

TOP

 

Sedekah sampai Pingsan :

Saya sangat percaya bahwa sedekah akan membuka pintu rejeki kita lebar-lebar. Suatu ketika, seperti biasa saya sering bersedekah kepada seorang ibu pengurus yayasan. Seperti biasa setelah mentransfer dana kepada yang bersangkutan, cuma kali ini jumlahnya agak besar, kemudian saya sms kepada beliau “Bu, saya sudah transfer sujumlah uang untuk ibu guna keperluan umroh”. Biasanya ibu ini segera membalas sms saya. Hari itu sampai sore kok tidak ada balasan sms atau telepon kepada saya. Mudah-mudahan beliau sudah terima, demikian pikiran positif saya.

Menjelang magrib tiba-tiba ada telepon dari beliau “maaf pak, saya tadi pingsan saat membaca sms pak Purdie, karena saya pingin banget umroh, kok tiba-tiba ada orang yang membiayai saya umroh, terima kasih pak” demikian kata beliau. Terjawab sudah kekhawatiran saya, rupanya ibu itu kaget dan pingsan setelah terima sms dari saya. Bebrapa hari kemudian saya mendapatkan rejeki nomplok lebih dari 20 kali lipat sedekah umroh sampai pingsan.

 

Memulai Usaha Seperti Masuk Kamar Mandi

Saya sering memberi contoh bahwa memulai usaha itu sebaiknya sama seperti masuk ke kamar mandi. Dimana persamaannya? Memulai usaha sebaiknya jangan terlalu banyak dipikir, sebab kalo terlalu banyak dipikir tidak akan mulai-mulai. Sama seperti masuk kamar mandi. Tidak ada orang yang sebelum masuk kamar mandi berpikir dahulu, misalnya apakah mandi saya akan sukses nanti, apakah sabunnya sudah ada atau belum, apakah nanti airnya cukup atau tidak?

Itulah persamaannya, jadi memulai usaha sama dengan masuk ke kamar mandi, tidak usah terlalu banyak dipikir. Kalo ternyata saat masuk kamar mandi sabunnya tidak ada tinggal keluar lagi ambil sabun, kalo handuknya ketinggalan tinggal teriak minta tolong diambilkan handuk. Begitu juga bisnis, tidak perlu terlalu banyak dipikir, karena kalo terlalu banyak dipikir, maka tidak akan buka usaha, tapi kalo sudah dibuka usahanya, maka pasti akan mikir juga. Selamat memulai usaha.

 

Cocok, Langsung Tawar

Saya sering mencontohkan cara praktis memulai usaha. Bila kita ingin mulai usaha biasanya langkah pertama adalah mencari lokasi usaha. Maka segeralah mencari lokasi untuk usaha. Bila ada yang cocok dengan keinginan dan persyaratan yang kita mau, maka segera saja ditawar. Seorang peserta seminar bertanya, “pak bagaimana kalo kita tidak punya uang saat menawar tempat usaha, atau ruko tersebut?”, “namanya manawar kan tidak pake uang pak, hanya latihan menawar sebagai latihan tahap awal menjadi pengusaha, dan usahakan nawarnya yang kira-kira tidak diterima oleh pemiliknya, kan kita baru latihan. Misalnya bila harga sewa ruko Rp. 30jt/tahun, maka ditawar saja Rp. 15 jt/tahun, pasti tidak dikasi sama pemiliknya” demikian jawab saya. 

“Bagaimana, kalo ternyata sama pemiliknya dikasi Rp. 15jt/tahun pak?” si peserta seminar bertanya lagi. “ Wah kalo begitu, kita harusnya marah sama pemiliknya, kok baru ditawar sekali langsung dikasi, tapi jangan khawatir, bila kita bawa uang Rp. 100ribu, boleh kita berikan kepada pemiliknya sebagai tanda jadi, berarti sisanya adalah Rp. 14,9 jt. Dimana-mana yang namanya sisa pasti lebih mudah mencarinya” demikian jawaban saya.

 

TOP

 

Optimis vs Pesimis

Pengusaha biasanya selalu optimis dan tidak pesimis, karana OPTIMIS adalah singkatan dari : Oke Pasti Tidak Miskin, dan PESIMIS dalah singkatan dari : PEnyakit SI MISkin

 

Resiko vs Rejeki

Suatu ketika saya pernah membaca buku “Sejarah Berdirinya Resiko” dibuku itu disebutkan bahwa resiko berbanding lurus dengan rejeki. Apabila resiko yang dihadapi kecil maka rejekinya juga kecil, dan sebaliknya bila resiko yang dihadapi besar maka rejeki yang akan diterima juga besar. Pelayan restoran resikonya memecahkan piring, maka rejekinya juga sepiring. Pengusaha restoran resikonya memecahkan restoran dan rejekinya juga sebesar restoran.

 

Mulai Bisnis Apa Pak?

Seorang peserta seminar meminta pendapat saya tentang bisnis yang akan dibukanya. “Pak saya tertarik di bisnis transportasi, tapi pada saat yang bersamaan saya juga melihat peluang besar di bisnis laundry, dan internet, sedangkan pengalaman saya selama lebih dari 10 tahun di bidang pendidikan sehingga saya yakin kalo saya bisnis pendidikan pasti sukses, istri saya sendiri saat ini bekerja di restoran yang ternama dan mengajak saya untuk berbisnis kuliner pak, sebaiknya saya mulai bisnis apa ya pak?” Saya jawab, “kalo bingung sebaiknya kita pilih aja sesuai nomor urut kancing baju yang kita pake, atau dipilih dengan cara melempar dadu sesuai nomor usaha yang akan dibuka, karena apapun yang dipilih sama-sama belum jelas karena bisnisnya belum dibuka, bisnis baru jelas kalo sudah dibuka dan dijalankan, jadi seilahkan bisnis apa saja”, si bapak hanya tersenyum sambil manggut-manggut tanda mengerti yang saya maksudkan.

 

TOP

 

Berani Optimis Bisnis Orang Lain (BOBOL)

Pak Koma, seorang murid saya di Entrepreneur University, yang saat itu sudah memiliki jabatan penting di salah satu lembaga keuangan di Jakarta, bingung bagaimana memulai usaha. Sampai suatu ketika dia mendapat ide untuk mengajak kerjasama Purwa Caraka yang sudah terkenal dan malang melintang dalam dunia musik selama puluhan tahun. Pak Koma mengajak Purwa Caraka untuk membuat sekolah musik purwa Caraka. Alhasil dengan ide otak kanannya itu, saat ini Pak Koma memegang lisensi Sekola Musik Purwa Caraka dengan lebih dari 100 outlet di seluruh Indonesia. Saya menjulukinya pakar BOBOL: Berani Optimis Bisnis Orang Lain.

 
 
Hutang Budi dan Hutang Bank
 
Untuk mengembang usaha seringkali kita perlu bekerjasama dengan lembaga keuangan agar bisnis kita cepat berkembang. Pada saat saya mulai mengembangkan usaha, saya memberanikan diri untuk meminjam ke Bank BTN sebesar Rp.50jt. Dua tahun kemudian saya ingin mengembangkan usaha lagi dan saya mendapatkan pinjaman dengan jaminan yang sama sebesar 100jt dari Bank BNI, sehingga hutang saya di bank BTN sebesar Rp.50 juta lunas dan sekarang mendapat tambahan modal sebesar Rp.50jt lagi. karena nilai asset saya terus nai, setahun kemudian saya mendapat tawaran dari bank lain sebesar Rp.300jt dan dengan hati saya ambil untuk pengembangan usaha. Sehingga hutang saya di bank BNI sebesar Rp.100jt akhirnya juga lunas. Sekarang saya malah mendapat tambahan modal usaha lagi sebesar Rp.200jt. Seperti kata pepatah, hutang budi dibalas budi, hutang Bank, dilunasi Bank. 
 
 
Menjaga Silaturahmi
 
Sebagai umat beragama maka kita harus menjaga silaturahmi dengan siapa saja, demikian juga dengan pegawai Bank. Suatu saat ada seorang murid saya yang terlambat membayar kewajiban angsurannya di bank dan meminta pendapat saya. Saya katakan sebagai seorang pengusaha adalah hal biasa kalo terjadi telat bayar angsuran ke Bank. kalo kita bayar lancar terus dan tepat waktu, maka tidak akan pernah dihubungi dari pihak bankm sehingga tidak ada hubungan silaturahmi. Namun bila ada keterlambatan pembayaran angsuran, maka pasti kita akan dihubungi sehingga terjalin komunikasi dan hubungan silaturahmi, sehingga akan menjadi motivasi kita untuk menjadi lebih baik lagi.
 
 
 
Berani Action, Berani Sedekah
 
Suatu malam saya berniat untuk mengambil duit di ATM saya, pada saat saya antri di ATM, saya mendengar percakapan seorang Ibu yang sedang berada di depan mesin ATM, rupanya duitnya kurang , sedangkan Ibu tersebut harus membiayai biaya rumah sakit anaknya sebesar Rp.2jt. Setelah Ibu itu selesai, saya sampaikan, "Bu boleh saya bantu?" Akhirnya saya mengambil duit sebesar Rp.2jt dan saya berikan kepada Ibu tersebut. Dua hari kemudian ada orang yang menghubungi saya untuk membayar Rp.150jt. Rupanya Berani Action bukan hanya untuk bisnis tapi juga untuk sedekah, hasilnya dijamin berlipat-lipat.

 
9A
 
Disetiap seminar saya pasti membagikan kiat-kiat sukses dalam berusaha, jurus ini sudah terbukti manjur dan dipraktekkan oleh ribuan murid saya di Entreprenuer University (EU) seluruh Indonesia. Biasanya para peserta mempersiapkan alat tulis untuk mencatat jurus ini. “Silahkan dicatat bila ingin dicatat, 9 rahasia agar bisnis dijamin pasti sukses adalah yang pertama Action, yang kedua Action, yang ketiga Action, yang ke empat dan seterusnya hingga kesembilan Action” dengan terus melakukan Action dan tidak putus asa maka usaha apapun dijamin pasti sukses.
 
 
Percaya dan Yakin
 
Pada saat mulai mengembangkan Primagama dari Jogja ke Solo, saya meminta supr saya untuk membawa peralatan kantor dengan menggunakan kendaraan dari Jogja ke Solo. Di perjalanan , supir saya menabrak pohon. Sebagai orang Jawa, biasanya kalo kita ingin memulai sesuatu dan terjadi hal yang buruk, maka biasanya dipercayai sebagai pertanda kurang baik. Saya sendiri dengan optimis yakin dan percaya bahwa hal ini adalah pertanda baik, dan saya malah bertanya kepada supir saya "apa kamu gak liat ada pohon nyebrang, kok sampai kamu tabrak?" Terbukti keyakinan dan kepercayaan saya benar. Saat ini Primagama telah berjumlah lebih dari 700 outlet di seluruh Indonesia. 
 
 
 
Allah Itu Seperti Persangkaan hamba-Nya
 
Sukses dan gagalnya kita ditentukan oleh kita sendiri, sehingga tidak perlu menyalahkan pihak lain apalagi menyalahkan takdir. Allah itu selalu berkata iya pada apa yang kita inginkan. Bila kita yakin sukses, maka Allah akan mengabulkan, bila kita ragu akan sukses maka juga akan dikabulakn sehingga tidak sukses-sukses. Bila kita khawatir gagal, maka pasti juga dikabulkan dan akan gagal. Mulai sekarang mari berpikiran yang positif yang yakin dengan kesuksesan.
 
 
AA Gym Benar
 
Saya pernah diprotes oleh salah seorang peserta seminar yang berkata "saya tidak setuju dengan pendapat Pak Purdie yang mengatakan untuk mengembangkan usaha harus malas, karena menurut AA Gym, untuk mengembangkan usaha harus dengan ketekunan". Saya langsung menjawab "Apa yang disampaikan AA Gym benar, bahwa kita harus tekun, begitu juga dalam kemalasan, kita harus tekun, jangan sekali-kali malas, sekali-kali rajin. Maksud saya adalah malas kalo usahanya cuma satu, malas kalo usahanya tidak buka cabang". Setelah mengerti maksud saya, akhirnya peserta tersebut senyum-senyum mendengar penjelasan saya.

 


 
 
 

 

TOP

 

 


 

 

 


Terlaris Sejak 2011 :

Banner

Franchise

Franchise : “Cara Mudah Mencapai Sukses Dalam Bisnis”
26/07/2011 | Admin

Pada sebuah seminar kewirausahaan yang saya isi, setelah saya menjelaskan berbagai keuntungan menjadi pengusaha seperti misalnya kebebasan waktu, kebebasan berekspresi dan yang terutama kebebasan fi [ ... ]


Peluang Bisnis Pendidikan yang Mengguntungkan
26/07/2011 |

Hadirnya Globalisasi dan Era Informasi menuntut kita untuk menguasai bahasa Asing, terutama bahasa Inggris. Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional semakin nyata dibutuhkan.   Para pencari [ ... ]


Other Articles

    Propertypreneur

    Menjadi Pengusaha Properti Modal Nekat
    25/07/2011 | Admin

    Suatu ketika saat berada dalam penerbangan Lion, duduk disebelah saya seorang bapak yang senang berbincang-bincang, sehingga walaupun saya agak ngantuk, saya terpaksa melayani beliau berbincang. Set [ ... ]


    Who's Online

    We have 8 guests online