Home Profil Sukses Alumni EU Saptuari Sugiharto

Artikel Terbaru

Artikel PurdieGagal Kuliah, Jadilah Entrepreneur
14/07/2011

"Mulailah berwirausaha justru di saat kita tidak punya apa-apa" Purdi E. Chandra  Waktu kuliah dulu saya punya teman yang pandai dan memiliki wawasan dunia bisnis yang lumayan. Ide-ide rencana usaha  [ ... ]


Artikel PurdieEntrepreneur Kreatif
21/09/2011

Kalau, anda berani tampil beda, itu berarti Anda memiliki jiwa entrepreneur. Purdi E. Chandra
  Dunia entrepreneur merupakan dunia tersendiri yang unik. Itu sebabnya, mengapa entrepreneur atau wir [ ... ]


Artikel PurdieBerani Dulu, Baru Trampil
10/05/2011

"Saya bisanya hanya nggodhog wedang atau merebus air, tapi akhirnya saya bisa
juga punya restoran. Itu karena, saya punya keberanian." Purdi E.Chandra
 Saat saya berbicara pada kuliah kewirausahaan [ ... ]


Artikel PurdieBanyak Sumber Penghasilan
21/09/2011


"Sebagai entrepreneur, kita sebaiknya tidak hanya memiliki satu sumber
penghasilan." Purdi E. Chandra
 Bisnis, biasanya dimulai dengan coba-coba, kadang malah asal-asalan. Dimulai dengan modal seadanya [ ... ]


Other Articles
Saptuari Sugiharto PDF Print E-mail

Saptu, Himpun Laba dari Bisnis Narsis

Saptuari SugihartoPeluang usaha bisa tercipta lewat pengalaman berharga. Saptuari Sugiharto sukses menjadi pengusaha cenderamata juga berkat pengalaman. Kesuksesan itu bermula ketika pemilik Kedai Digital ini menyelenggarakan acara pentas musik tahun 2003.

Kala itu, pria kelahiran Yogyakarta, 8 September 1979, ini melihat dua orang pengunjung acaranya saling baku hantam gara-gara berebut cenderamata berupa pin foto dari seorang artis Ibukota. “Saya heran, pengunjung, kok, berebut pin artis sampai berkelahi segala. Padahal, mereka juga bisa bikin pin foto diri mereka sendiri,” kata sulung dari dua bersaudara yang akrab disapa Saptu ini.

Rupanya, peristiwa itu selalu terngiang di benaknya. Dari situlah, Saptuari ingin mematahkan anggapan bahwa gaya narsis alias mengidolakan diri sendiri tak hanya bisa dilakukan oleh kaum selebriti. Masyarakat awam pun bisa. “Setiap orang mempunyai jiwa narsis yang butuh penyaluran,” ujar dia.

Pemikiran ini pula yang melahirkan inspirasinya untuk membuka usaha percetakan digital. Bermodal uang pinjaman bank sebesar Rp 28 juta, pada Maret 2005, Saptuari mendirikan Kedai Digital. Di kedainya ini setiap pelanggan bisa mencetak pas foto, nama, gambar benda, dan tulisan di atas pin, mug, jam, kaus, piring, mouse pad, serta gantungan kunci.

Berbeda dengan cetak sablon yang memakan waktu pembuatan hingga tiga pekan, cetak di Kedai Digital hanya butuh waktu maksimal tiga hari. Maklumlah, proses cetak-mencetak aksesori cenderamata di Kedai Digital juga memanfaatkan mesin cetak digital.

Pelanggan pun tak perlu mengorder dalam jumlah banyak. Sebab, mesin cetak digital memungkinkan Kedai Digital memenuhi satu desain pesanan hanya melalui sekali proses produksi. Alhasil, Kedai Digital laris manis diserbu pelanggan. “Biasanya pelanggan memesan cenderamata buat kado pacarnya, keluarga, teman, atau relasi,” kata Saptu.

Jangan heran bila saat ini pelanggan Kedai Digital bukan hanya berasal dari kalangan individu, tapi juga dari korporat. Di antaranya, PT Excelcomindo Pratama Tbk, PT Telekomunikasi Seluler, PT Indosat Tbk, PT Sampoerna Tbk, dan juga instansi pemerintah.

Menjalin kemitraan

Bukan tanpa sebab jika Saptuari berhasil menggaet pelanggan sebanyak itu; kendati sesungguhnya Kedai Digital pribadi miliknya hanya tujuh unit. Untuk memenuhi order itu, ia menjalin kemitraan dengan sejumlah pemodal yang berminat menekuni bisnis serupa dengan memakai bendera usahanya. Saptuari menamakan kemitraan itu sebagai peluang bisnis.

Saptuari menawarkan tiga model kemitraan. Pertama, investasi awal Rp 50 juta. Di sini, mitra usaha boleh menyematkan nama Kedai Digital dan diakui sebagai gerai cabang. Lalu, mitra akan mendapat seperangkat mesin cetak digital, bahan baku, dan pendampingan operasional Kedai Digital. Setiap bulannya mitra diwajibkan menyetor 2,5 persen dari omzet yang didapatnya kepada kantor Digital Pusat. Saat ini sudah ada 28 gerai Kedai Digital hasil kemi-traan melalui model ini.

Kedua, kemitraan dengan modal Rp 20 juta. Di sini mitra akan mendapatkan alat produksi dan bahan baku. Namun, mereka harus melabeli bendera usaha sendiri dan tidak mendapatkan pendampingan operasional. Dari kemitraan model ini, Kedai Digital memiliki 34 gerai dengan lokasinya tersebar di Palembang, Balikpapan, Samarinda, hingga Sorong.

Ketiga, model Kedai Digital Cutting dengan investasi Rp 35 juta. Ini merupakan kedai digital khusus kaus. Kini sudah ada tiga cutting yang beroperasi di Purwakarta dan Yogyakarta.

Dengan menjalin kemitraan seperti itu, bisnis Saptuari pun terus berbiak. Kini ia sudah memperkerjakan 210 karyawan. Tahun lalu, kedainya mampu meraih omzet Rp 3 miliar.

Sejatinya, sukses Saptuari ini merupakan buah dari semangat wirausahanya yang tak kenal putus asa. Mental pengusahanya telah terasah sejak masih kuliah. Maklumlah, kedua orangtuanya hanya buruh pasar berpenghasilan pas-pasan.

Demi meringankan beban orangtua, semasa kuliah di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada 1998, Saptuari bekerja serabutan, mulai dari jasa penitipan tas, menjual celana, staf pemasaran radio, hingga menjadi petugas sales kartu seluler.

Bosan menjadi pedagang, Saptuari mencoba peruntungan dengan menjadi pengusaha. Bermodal Rp 3 juta, duit hasil utang bank, ia menjajal beternak ayam kampung. Namun, dari tiga kali ‘panen’, untungnya cuma sekali. Tak kapok, Saptuari beralih ke bisnis stiker dengan modal Rp 150.000. Di bisnis ini, ia juga gagal. “Omzetnya Rp 1,5 juta-Rp 2 juta per bulan. Padahal pengeluarannya lebih dari itu,” kata dia.

Toh, pengalaman bisnis stiker telah menjadi jembatan baginya untuk menekuni bisnis digital printing. Ia pun yakin bisnisnya terus melaju. Tahun ini Saptu menargetkan membuka 40 gerai Kedai Digital baru dengan pertumbuhan pendapatan 50 persen.

 

Sumber: KOMPAS.com

 

Terlaris Sejak 2011 :

Banner

Propertypreneur

Menjadi Pengusaha Properti Modal Nekat
25/07/2011 | Admin

Suatu ketika saat berada dalam penerbangan Lion, duduk disebelah saya seorang bapak yang senang berbincang-bincang, sehingga walaupun saya agak ngantuk, saya terpaksa melayani beliau berbincang. Set [ ... ]


EBOOK MASTER PROPERTY

Banner

Franchise

Franchise : “Cara Mudah Mencapai Sukses Dalam Bisnis”
26/07/2011 | Admin

Pada sebuah seminar kewirausahaan yang saya isi, setelah saya menjelaskan berbagai keuntungan menjadi pengusaha seperti misalnya kebebasan waktu, kebebasan berekspresi dan yang terutama kebebasan fi [ ... ]


Peluang Bisnis Pendidikan yang Mengguntungkan
26/07/2011 |

Hadirnya Globalisasi dan Era Informasi menuntut kita untuk menguasai bahasa Asing, terutama bahasa Inggris. Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional semakin nyata dibutuhkan.   Para pencari [ ... ]


Other Articles

    Who's Online

    We have 14 guests and 1 member online